Bu Ella dan Bu Nur bersama kru JTV

Bu Ella dan Bu Nur bersama kru JTV

Bu Giatni, bu Ella dan bu Nur dengan bersemangat menunjukkan kepada kru Mutiara Jatim JTV (Jawa Pos Media Televisi) berbagai macam tanaman pangan liar yang bisa ditemukan di sekitar rumah mereka. Ada cemundilan yang oleh orang lokal disebut sebagai sawi-sawian karena bentuk dan teksturnya yang seperti sawi, tempuyung (Sonchus arvensis), pegagan (Centella asiatica), krokot (Portulaca oleracea), rempi (Oxalis corniculata) dan masih banyak lagi. Dengan bersemangat sambil menyusuri pematang ladang mereka menunjukkan kepada kru TV tanaman-tanaman liar yang bisa dimakan kemudian memetiknya dan memasukkannya ke keranjang.

Mutiara Jatim adalah program JTV yang menampilkan sosok-sosok yang bisa menginspirasi melalui kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Kali ini JTV memilih Mantasa dan ibu-ibu Galengdowo yang mengolah tanaman pangan liar sebagai kudapan. Sejak pertama kali Mantasa berkegiatan di desa Galengdowo tahun 2009 hingga saat ini ibu-ibu Galengdowo masih aktif berkegiatan secara mandiri. Produk-

Kue putu ayu daun racun

Kue putu ayu daun racun

produk makanan kecil mereka yang unik dan lezat sudah semakin dikenal di Jombang, bahkan di Jakarta. Produk-produk makanan mereka seperti selai krokot, stik daun racun, dawet daun racun, kue putu ayu daun racun, pastel tempuyung dll semakin digemari. Ibu Nur mengungkapkan saat ini semakin banyak menerima pesanan kue untuk keperluan rapat, dan bahkan kepala desa Galengdowo, pak Puthut, selalu mempromosikan kue tersebut kepada tamunya dengan menginformasikan bahwa kue yang ada di hadapan mereka dibuat dari tanaman liar sehingga semua orang bersemangat untuk mencoba.

JTV juga meliput kegiatan ibu-ibu dalam mengolah tanaman pangan liar untuk bahan pangan, dimana menu yang dimasak adalah pegagan dan daun racun. Mantasa selalu menekankan bahwa produk makanan harus diolah dengan bahan segar dan sesuai dengan musimnya. Seperti misalnya krokot, banyak permintaan atau pertanyaan mengenai produk makanan dari krokot, namun krokot hanya tumbuh baik di musim kering, sedangkan di musim hujan krokot tidak bisa tumbuh maksimal karena terlalu banyaknya kuantitas air yang membuat krokot mudah membusuk. Mengolah makanan dengan bahan baku yang tersedia sesuai dengan musimnya juga berguna

Comments

Powered by Facebook Comments